9 Suka-Duka Pengendara Motor di Indonesia

Cerita-cerita mengenai keunikan, kelucuan, sampai kebodohan bisa terjadi di lingkungan para pengendara motor. Supaya otolovers bisa mengingat kembali apa saja, ini dia mimin kasih!

Kamis, 15 Januari 2015 15:15
9 Suka-Duka Pengendara Motor di Indonesia 9 situasi unik pemotor (Foto: Istimewa)

Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Dengan jumlah pengemudi kendaraan roda dua di Indonesia, memang jadi fenomena tersendiri bagi sejarah transportasi di negeri ini. Karena dengan populasi yang banyak, didukung transportasi umum yang harus diakui belum sepenuhnya memadai, sepeda motor jadi alternatif yang cukup baik bagi sebagian besar masyarakat.

Tak melulu soal kepraktisan dan murahnya akses motor baru di negeri ini, tapi juga banyak lagi alasan mengapa sepeda motor jadi lebih 'populer' di negeri ini. Wajar jika masyarakat di semua lapisan menggemari kendaraan roda dua.

Bahkan masih banyak lapisan masyarakat keatas yang memilih menggunakan roda dua dibanding mobil karena jalanan padat dan dianggap lebih efisien. Selebihnya, ini dia beberapa situasi yang sering ditemui para pengguna sepeda motor di Indonesia.

1 dari 9 Halaman

Harus Rela 'Berperisai'

Harus Rela 'Berperisai'

Nah, salah satu kriteria supaya berkendara motor bisa aman, biasanya ketentuan-ketentuan seperti menggunakan jaket tebal, helm yang SNI, serta sepatu seringkali membuat pengendaranya jadi terlihat kaku. Malahan ada yang berasa seperti menggunakan baju zirah saking tebal dan banyaknya perlengkapan keamanan yang harus dilakukan.

2 dari 9 Halaman

Musuh Besar Cuaca

Musuh Besar Cuaca

Bukan macet, bukan pak polisi dan bukan pula pacar baru sang mantan yang jadi musuh berat para pengendara motor. Panas terik dan hujanlah yang (lebih) sering membuat para pengendara motor sampai rumah dalam kondisi mengeluh parah.

Apalagi jika sampai bertemu hujan parah dan banjir. Pemotor biasanya sudah ketar-ketir akan motornya yang potensi 'ngambek' dan mogok.

3 dari 9 Halaman

Cepat Capek

Cepat Capek

Punggung yang diharuskan lurus setiap saat selama berkendara harusnya memang bukan alasan untuk jadi lelah, 'wong' itu sudah jadi konsekuensi, kenapa juga mau pakai motor dan lelah kalau ada kendaraan umum.

Tapi lelah yang dirasakan para bikers seringkali juga tidak membuat kapok mereka-mereka yang hobi touring, karena mereka anggap jarak yang ditempuh seperti gunung yang harus didaki sebelum mencapai puncak. Kepuasan tak terbandingkan dengan lelah di punggung.

4 dari 9 Halaman

Lebih Sering Jadi Korban

Lebih Sering Jadi Korban

Saat ada kecelakaan lawan mobil, truk, kereta api, kereta kuda, kereta kencana, saat yang terlibat adalah pengendara roda dua, biasanya mereka akan dianggap korban.

Padahal tidak jarang mereka para pemotor-lah yang biasanya juga lancang. Memang perlu akal khusus bagi para pengguna jalan yang berhadapan dengan pemotor berjiwa petinju, alias suka mengelak.

5 dari 9 Halaman

Lebih Akrab Dengan Tilangan

Lebih Akrab Dengan Tilangan

Operasi zebra terakhir menunjukkan bahwa populasi sepeda motor di Indonesia itu banyak. Lebih tepatnya, lebih banyak dan lebih bandel. Dari ratusan ribu hasil razia, lebih dari 80 persen dari mereka-mereka itu adalah pengguna kendaraan roda dua.

Namun begitu entah mengapa setiap tahunnya angka pelanggaran malah semakin banyak. Apakah dikarenakan populasi motor yang semakin banyak, atau pelanggarnya yang semakin bandel.

6 dari 9 Halaman

Dimaklumi Pakai Premium

Dimaklumi Pakai Premium

Nah, ini adalah salah satu kelebihan yang tidak dimiliki oleh pengguna kendaraan roda 4, para pemotor bisa lebih leluasa mengisi bahan bakar mereka.

Di saat para pengendara mobil sudah mulai dicaci maki saat masih memakai premium, kondisi berbeda dialami para pemotor. Mau pakai motor merk Satria, Ninja, Shogun, samurai, pegulat, maling, tapi kalau pakai motor dan isi premium? Monggo silahkan.

7 dari 9 Halaman

Bisa Pelukan

Bisa Pelukan

Kemewahan yang satu ini memang tidak bisa digantikan oleh dinginnya AC serta empuknya jok mobil, terlebih lagi jika sudah berdua dengan yang tersayang.

Saat di perjalanan bisa berpelukan dengan yang tersayang memang jadi penghias dan bunga-bunga pemanis. Kalau sudah pelukan, motor butut rasa Ducati, Bro!

8 dari 9 Halaman

Minder Parah

Minder Parah

Tapi pelukan yang bisa dilakukan saat mengendarai motor tersebut biasanya akan sirna saat mengetahui gebetan ternyata dijemput oleh saingan menggunakan mobil sport.

Biasanya setelah mengetahui hal itu, para pemilik motor akan merasa 'kalah' karena mereka hanya bisa pelukan di motor, gebetan bisa pelukan di dalam mobil. Nah loh!

9 dari 9 Halaman

Lebih Setia

Lebih Setia

Apapun plus minus dan anekdot yang ada pada diri pengguna motor, fakta psikologis mengatakan bahwa pengguna motor akan jauh lebih setia dengan kendaraannya dibandingkan dengan para pengguna mobil.

Bukannya apa-apa, tapi lebih dari separuh pengguna mobil di Indonesia sebetulnya 'tumbuh, besar, dan berkembang' di atas 'belalang tempur' mereka sebelum bisa membeli sebuah mobil. Yang artinya, eksistensi motor memberikan ikatan emosi tersendiri.

(kpl/fjr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami