8 'Kenakalan' Para Pengendara Motor di Indonesia

banyak sekali pengendara motor yang justru memfungsikan motornya tidak dengan semestinya. Banyak pelanggaran peraturan yang dilakukan, terutama oleh masyarakat kita di banyak tempat.

Sabtu, 23 Agustus 2014 09:15
8 'Kenakalan' Para Pengendara Motor di Indonesia tingkah laku pemotor di Indonesia (Foto: Istimewa)

Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Sepeda motor sejatinya digunakan sebagai alat angkut penumpang yang nyaman, cepat, serta hemat karena mengonsumsi bahan bakar yang relatif sedikit.

Tapi kenyataannya banyak sekali pengendara motor yang justru memfungsikan motornya tidak dengan semestinya. Banyak pelanggaran peraturan yang dilakukan, terutama oleh masyarakat kita di banyak tempat.

Di banyak titik, seringkali terpantau kegiatan para pengendara motor yang sulit untuk ditebak. Di antaranya melakukan hal yang kurang lazim untuk dilakukan di menggunakan sepeda motor, bahkan cenderung berbahaya.

Pihak yang berwajib tidak serta merta tinggal diam akan hal ini, tapi yang terjadi adalah bahwa kondisi ini terjadi secara terus-terusan dan perlu perbaikan secara menyeluruh. Karena terkadang saat diperingatkan, banyak dari para pengendara ini masih tidak mendapat ganjaran setimpal.

Dan ini dia beberapa kenakalan para pengendara motor di Indonesia yang sering dilakukan.

1 dari 8 Halaman

Tidak Pakai Helm

Tidak Pakai Helm

Di banyak tempat kita tidak boleh menutup mata, banyak yang masih mengabaikan eksistensi helm sebagai pelindung kepala. 

Kealpaan helm tidak hanya ada di jalan-jalan kecil saja. Tapi masih banyak pengendara yang bermotor tanpa helm bahkan di jalan-jalan protokol, dengan jumlah yang sangat banyak.

2 dari 8 Halaman

Bawa Helm, Tapi Tidak Dipakai

Bawa Helm, Tapi Tidak Dipakai

Di satu sisi banyak pengendara lain tidak berhelm, di sisi lain banyak pengendara yang membawa helm tapi hanya dijadikan barang bawaan.

Sepertinya pengendara motor seperti ini juga akan lupa konsep helm sebenarnya seperti apa. Selain terlihat mubazir, pemandangan seperti ini juga sudah sepantasnya minimal diberikan peringatan.

3 dari 8 Halaman

Berhelm Menggunakan Benda Lain

Berhelm Menggunakan Benda Lain

 

Kalau biasanya para pengendara tidak menggunakan helm, maka mereka akan mengakali menggunakan benda-benda lain yang bisa dijadikan alasan seandainya mereka terkena tilang atau razia, meskipun pada faktanya, tidak berpengaruh sama sekali.  

Mulai dari ember, baskom, kandang ayam bahkan kotak minuman ringan bisa saja dijadikan pengganti helm. Selain tidak layak, kondisi seperti ini juga sudah pasti tidak menjamin keamanan penggunanya.

 

4 dari 8 Halaman

Berkendara di Trotoar

Berkendara di Trotoar

Seakan memiliki kedaruratan tersendiri, para pengendara motor dengan santainya merampas hak orang lain untuk berjalan di trotoar tanpa memedulikan bahwa tempat yang mereka pijak bukanlah dibentuk untuk motor.

Pihak yang berwajib seharusnya memberikan perhatian tersendiri terhadap hal yang satu ini, karena biasanya pihak berwajib terkadang melunak kepada para pengendara liar ini dengan alasan 'daripada ribut'.

5 dari 8 Halaman

Pegang Ponsel dan Benda Lain

Pegang Ponsel dan Benda Lain

Memakai ponsel, membaca sesuatu, dan yang lain-lainnya tak membuat nyali para pengendara motor ciut, padahal konsentrasi yang tercurah pada handphone akan dengan mudah mengantar mereka pada kecelakaan fatal. Mereka beralasan bahwa berhenti sejenak dan minggir akan memakan waktu mereka.

6 dari 8 Halaman

Melawan Arus

Melawan Arus

Melawan arus sama sekali bukan tindakan bijaksana, karena harus berhadapan dengan kendaraan yang 'melawan' kita. Sama seperti saat pengendara menggunakan telepon saat berkendara, alasan mereka adalah diburu waktu, sehingga para pengendara ini berusaha 'membuat jalan sendiri', tanpa mempertimbangkan potensi bahaya yang 'menyambut' mereka.

7 dari 8 Halaman

Memadati Zebra Cross

Memadati Zebra Cross

Satu lagi hak pejalan kaki yang dirampas oleh pengendara motor di Indonesia adalah terebutnya zebra cross di tempat-tempat penyebrangan yang sudah ditandai.

Akibatnya, pejalan kaki tidak bisa dengan nyaman untuk menyeberang jalan. Malah terkadang banyak pejalan kaki yang harus 'menyelinap' di antara pengendara motor tersebut hanya untuk sekedar menyeberang.

8 dari 8 Halaman

Naik di Jembatan Penyebrangan

Naik di Jembatan Penyebrangan

Untuk yang satu ini memang benar-benar menunjukkan 'kesaktian' para pengendara motor, terutama di kota besar seperti di Jakarta contohnya. Di banyak jembatan penyebrangan, yang banyak berlalu-lalang adalah motor, bukannya pejalan kaki.

Kondisi tersebut semakin suram saat di beberapa jembatan penyebrangan malah dijadikan tempat parkir. Apabila hal tersebut dianggap sudah cukup buruk, maka sepertinya kita perlu mengetahui bahwa di beberapa kondisi, pengendara motor juga berjualan menggunakan motor mereka dan menggelar dagangannya di ruas jembatan tersebut.

(kpl/fjr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami