7 Fakta Mencengangkan Mengenai 'Kecelakaan Motor'

Kecelakaan motor karena emak-emak? Karena trek-trek'an? Atau karena penyebab lain? Mungkin fakta ini bisa dijadikan referensi supaya meningkatkan keselamatan bermotor!

Selasa, 04 April 2017 12:00
7 Fakta Mencengangkan Mengenai 'Kecelakaan Motor' Kecelakaan Motor (foto: Istimewa)

Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Jumlah motor di dunia ini memang sangat besar, bahkan di beberapa negara berkembang seperti Indonesia contohnya populasi motor jelas-jelas jauh lebih besar daripada mobil. Hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi yang masih belum memungkinkan bagi masyarakat untuk mengakomodasi diri mereka selalu menggunakan mobil.

Dari penggunaan motor yang besar, maka akan didapatkan banyak fakta-fakta yang terkadang mengagetkan. Mulai dari jumlah pemotor, jumlah kecelakaan, jumlah penjualan, kecenderungan gender pengguna motor di seluruh dunia.

Dan situs HG.org jadi sumber redaksi Otosia untuk menghimpun 7 fakta yang kemungkinan belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. Perlu diketahui, HG.org merupakan salah satu situs berplatform hukum yang memiliki sumber yang dipercaya, jadi Otolovers bisa mengandalkan informasi dengan akurat dari situs ini. Simak dulu, Otolovers!

1 dari 7 Halaman

Satu

Satu

Keberadaan sepeda motor yang cukup dominan di beberapa negara, terutama di negara berkembang ternyata tak serta merta membuat potensi konflik jadi melulu antara pengendara bermotor. Situs HG.org menuliskan fakta yang agak berbeda dengan asumsi banyak orang.

Ternyata nyaris 75 persen kecelakaan sepeda motor di seluruh dunia, bukanlah terjadi karena sesama motor. Namun kecelakaan yang terjadi sering timbul akibat kecelakaan yang melibatkan motor dengan kendaraan lain. Dominasinya adalah kecelakaan dengan mobil dan truk menempati 2 nomor teratas, sementara setelahnya adalah kecelakaan dengan pejalan kaki.

2 dari 7 Halaman

Dua

Dua

Jika dipikir kecelakaan motor selalu diakibatkan oleh kecepatan yang tinggi dan selalu berakhir kecelakaan, bisa jadi fakta tersebut harus diperbaiki oleh semua pengendara motor. Karena nyatanya kecelakaan tidak terlalu berhubungan dengan kecepatan.

HG.org menyebutkan bahwa rata-rata kecepatan motor saat mengalami kecelakaan adalah sekitar 46 km/jam, sementara saat moment of impact terjadi kecepatan hanya kurang lebih 40 km/jam. Kecelakaan yang terjadi akibat 'ngebut' hingga 80 km/jam ke atas potensinya ternyata hanya 1 dibanding 1000, yang bahkan kurang dari 0,1 persen. Maka faktor pendukung kecelakaan adalah rendahnya konsentrasi dan cara berkendara, bukan melulu masalah kecepatan.

3 dari 7 Halaman

Tiga

Tiga

Fasilitas dan kondisi jalan amatlah berpengaruh terhadap tinggi rendahnya potensi kecelakaan. Disamping kepadatan jalan dan banyaknya kendaraan lain, kontor dan keberadaan formasi jalan yang dibuat oleh pemerintah setempat akan sangat berpengaruh.

Tak ada data yang akurat mengenai jalan seperti apa yang jadi neraka buat para pengendara bermotor, namun HG.org menyebutkan lebih dari 50 persen kecelakaan sepeda motor dialami di junction. Pertigaan, perempatan, bundaran, maupun persimpangan bercabang jadi tempat potensial untuk menyaksikan kecelakaan pengendara motor.

4 dari 7 Halaman

Empat

Empat

Ngomong-ngomong soal pengendaranya, ternyata ada range dan jarak usia berapa saja yang mempengaruhi jumlah kecelakaan yang melibatkan motor di seluruh dunia. Hal ini kemungkinan bisa dipengaruhi oleh kematangan dan kekuatan fisik saat berkendara.

 

Usia dari 16-24 adalah usia paling rentan mengalami kecelakaan motor di jalanan. Usia ini merupakan usia yang sedang menggebu-gebunya hormon pengendara untuk menikmati jalanan sebagai ajang penyalur adrenalin yang pas. Sementara range usia 30-50 tahun adalah range paling jarang mengalami kecelakaan, dengan kemungkinan tak lebih dari separuhnya.

5 dari 7 Halaman

Lima

Lima

Saat sudah mendata kecelakaan dari usia, pasti Otolovers penasaran dengan fakta berapa dibandingkan berapa, kecelakaan yang melibatkan pemotor yang sudah terlatih, maupun pemotor yang belum terlatih. Definisikan terlatih sebagai kursus ataupun ujian tertulis, minimal saat pembuatan SIM.

Dan faktanya luar biasa mencengangkan, karena HG mencatat kira-kira 92 persen kecelakaan sepeda motor di dunia diakibatkan oleh pemotor yang lebih memilih belajar motor sendiri alias otodidak. Tanpa pengawasan dari orang berpengalaman, supervisi dari rider lain, atau institusi yang berpengalaman.

6 dari 7 Halaman

Enam

Enam

Kecelakaan secara fisik merupakan kolisi, pertempelan maupun pertabrakan yang terjadi antara satu motor dengan yang motor lainnya tanpa dikehendaki. Akan tetapi, apakah semua kecelakaan tak bisa dihindari jika sudah berada di depan mata?

Nyatanya tidak Otolovers, rata-rata jarak kesadaran manusia sebelum mengalami kecelakaan adalah 2 detik. Dan menurut penulisan HG, 2 detik tersebut sudah lebih dari cukup untuk mengembalikan kesadaran dan bisa menghindarkan dari kecelakaan motor untuk beberapa kasus tertentu. Maka bisa disimpulkan, bermotor butuh lebih dari 100 persen konsentrasi supaya kecelakaan bisa diminimalisir.

7 dari 7 Halaman

Tujuh

Tujuh

Dan yang paling bikin miris, kira-kira dari kecelakaan motor yang terjadi di jalanan, apa Otolovers punya gambaran berapa dari para korban yang memiliki asuransi? Baik kesehatan, asuransi penyelamatan motor, maupun asuransi yang lainnya? Rasanya agak mengagetkan.

Karena tulisan HG dari riset menyatakan tak lebih dari 9 persen para korban kecelakaan memiliki asuransi baik bagi motor maupun bagi kesehatan diri mereka sendiri. Itu juga mengapa kecelakaan motor tingkat fatalitasnya jauh lebih tinggi daripada kecelakaan mobil. Tetap waspada dan sehat ya saat berkendara motor, Otolovers!

(kpl/fjr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami