6 Penyebab Masyarakat Indonesia Enggan 'Mandikan' Kendaraan

Entah motor atau mobil, pasti ada satu momen dimana Otolovers sekalian sedang malas-malasnya mencuci mereka. Hayo, dari 6 alasan ini, yang mana yang paling jadi alasan?

Rabu, 13 Mei 2015 12:15
6 Penyebab Masyarakat Indonesia Enggan 'Mandikan' Kendaraan Malas cuci kendaraan (Foto: istimewa)

Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Jalanan kotor, cuaca yang tidak menentu serta banyak penyebab lain seringkali membuat mobil atau motor jadi cepat kotor. Hal ini pulalah yang jadi faktor utama mengapa mobil dan motor harus segera dicuci, apabila tidak maka kotoran akan jadi bandel dan makin susah dicuci.

Permasalahannya, penggunaan yang teratur dan konstan akan membuat kendaraan jadi makin mudah kotor karena harus terus-terusan dipakai selama masih ada keperluan. Sehingga, terkadang rasa enggan mulai menghinggapi saat menyadari bahwa kendaraan akan kembali kotor setelah dipakai.

Di bawah ini adalah 6 alasan mengapa masyarakat Indonesia 'ogah' mencuci kendaraannya. Semoga dari 6 alasan di bawah ini tidak ada alasan yang lebih tidak masuk akal untuk tidak mencuci kendaraannya ya Otolovers. Simak sini dulu, Dah!

1 dari 6 Halaman

Sibuk

Sibuk

Alasan pertama yang selalu dikatakan para biker, atau para pemilik kendaraan adalah sibuk. Entah itu sibuk perkara pekerjaan, sibuk main, sibuk selingkuh dan sibuk-sibuk yang lainnya. Permasalahannya adalah bahwa mobil atau motor mereka selalu stand by dipergunakan saat mereka butuh.

Di sisi lain, saat sudah sibuk terkadang para pemilik kendaraan akan merasa penyakit malas akan mulai mendatangi. Dan sedetik kemudian, the power of 'procrastination' alias menunda akan kembali menjangkiti dan saat sudah ada agenda beraktifitas lagi alasan sibuk akan kembali muncul.

2 dari 6 Halaman

Bokek

Bokek

Senjata para pemalas adalah uang, memang tidak mutlak tapi itulah yang rata-rata terjadi oleh pemilik mobil dan motor di Indonesia. Dan pada akhirnya alasan tersebut menjadi bibit untuk tunas-tunas munculnya jasa cuci mobil dan motor di Indonesia.

Dengan harga yang rata-rata 'hanya' sampai 10 ribuan saja untuk motor dan bisa sampai angka ratusan ribu untuk cuci mobil juga sering jadi alasan para pemilik kendaraan kemudian kembali menunda untuk memandikan peliharaannya tersebut. Padahal dicuci sendiri juga bisa, Kan?

3 dari 6 Halaman

Baru Dicuci

Baru Dicuci

Bagi para pemilik kendaraan yang rutin mencuci kendaraannya setiap beberapa hari atau beberapa minggu sekali, otomatis ini jadi jurus utama supaya para skeptis tidak kembali menanyakan dan mencela kondisi lusuh dan dekil mobil dan motornya.

Jika memang baru saja dicuci, maka otomatis memang logikanya tidak perlu untuk dicuci lagi. Beda kondisinya jika alasan dari pemilik kendaraan tersebut mengatakan baru saja dicuci tahun lalu setelah ikut turnamen offroad, maka pemiliknya sendirilah yang harus dicuci.

4 dari 6 Halaman

Pakai Bersama

Pakai Bersama

Kebiasaan orang Indonesia yang khas adalah kerjasama dan gotong royong. Otomatis hal ini membuat banyak fasilitas yang biasanya ada di satu rumah akan dipergunakan oleh beberapa orang sekaligus, seperti motor dan mobil. Lantaran demikian juga jadi alasah yang tepat untuk saling lempar tanggung jawab.

Bukan hanya masalah bahan bakar, masalah tanggung jawab menyuci kendaraan juga akan jadi hal yang saling dilempar satu sama lain. Apakah itu yang memakai saudara, keluarga, mantan pacar dan lain-lainnya akan jadi korban tuduh akan tanggung jawab mencuci kendaraan tersebut.

5 dari 6 Halaman

Musim Hujan

Musim Hujan

Alasan yang paling ampuh sekaligus menyebalkan para pemilik kendaraan bermotor, adalah tidak lain dan tidak bukan masalah cuaca. Hujan yang terus menerus akan bisa jadi kambing hitam dan sasaran empuk bagi para pemalas yang seharusnya merawat serta memandikan mobil atau motornya setiap waktu berkala sekali.

Bahkan musim hujan seharusnya jadi alasan yang sangat tepat supaya mobil dan motor lebih sering untuk dicuci dan dirawat. Terlebih dengan elemen air hujan yang berpotensi memberikan korosi pada beberapa elemen kendaraan. Kalau perlu dicuci sambil hujan-hujan saja, Otolovers! Yang barusan ini jangan didengarkan ya.

6 dari 6 Halaman

Tabiat

Tabiat

Kalau memang sudah nalurinya, sudah kebiasaannya ya mau diapakan juga tidak akan bisa berubah, kecuali si tersangka itu sendiri yang mengubahnya. Lantaran alasan malas, maka orang-orang yang mengingatkan otomatis akan segera kehilangan semangat untuk mengingatkan si pemilik kendaraan.

Karena masalah malas untuk mencuci kendaraan sebenarnya adalah impotensi semangat yang cukup rumit untuk diselesaikan. Akhirnya, korban dari kemalasan itu sendiri adalah kendaraan yang dipakai. Kalau sudah kotor, tapi malas ya mau diapakan lagi. Larinya ke tempat cuci kendaraan saja.

(kpl/fjr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami