6 Miskonsep Para Driver 'Pemula'

Dari jutaan pengemudi mobil di Indonesia, tercatat masih banyak yang 'salah pemahaman' mengenai mobil mereka dan cara berkendaranya. Seperti apa kesalahpahaman tersebut?

Kamis, 02 Juli 2015 15:15
6 Miskonsep Para Driver 'Pemula' miskonsep para driver (foto: istimewa)

Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Bagi banyak kalangan menengah di Indonesia, memiliki mobil sudah jadi barang wajib. Karena keperluan untuk mengatasi kegiatan sehari-hari seringkali digantungkan pada eksistensi mobil yang dibeli.

Namun sayangnya, terkadang kaum menengah, terutama yang hidup di Indonesia, seringkali melupakan kenyataan bahwa mobil tak hanya merupakan fasilitas, tapi lebih kepada 'rekan' yang harus dipahami. Terutama bagi orang-orang yang baru saja memiliki mobil.

Para pemilik mobil 'kemarin sore' sering mendapatkan pemahaman yang salah dalam dunia otomotif. Sehingga acapkali membuat pola pikir, dan cara berkendara juga jadi terpengaruh banyak.

Berikut adalah 7 pemahaman yang harus dihindari supaya tidak ada pemahaman yang salah terhadap kepemilikan mobil, setidaknya diminimalisir sehingga memiliki mobil tidak hanya jad 'punya-punyaan' saja, tapi jadi bagian yang harus dipahami dan didalami oleh si empunya mobil.

1 dari 6 Halaman

Mobil Bekas

Mobil Bekas

Di banyak kasus, masyarakat Indonesia sering menganggap bahwa membeli mobil bekas merupakan salah satu tanda bahwa orang itu sedang 'bokek'. Memang tidak sepenuhnya salah, tapi juga statement tersebut tidak sepenuhnya benar.

Para pemilik mobil yang baru pertama kali memiliki mobil harusnya paham, bahwa tak semua mobil second itu buruk dan tak semua mobil baru itu sesuai dengan kebutuhan. Sayangnya hal tersebut seringkali terpengaruh dengan adanya sifat ingin pamer dan hedon.

Maka tak perlu heran jika di Indonesia seringkali dijumpai bagaimana banyaknya mobil baru dibeli bukan karena sesuai dengan kebutuhan, tapi lebih karena ingin pamer. Hasilnya? Macet semakin bertambah dimana-mana.

2 dari 6 Halaman

Mesin Mobil

Mesin Mobil

Memiliki mobil baik baru maupun second memang menyenangkan, terutama bagi yang pertama kali mampu untuk membelinya. Sungguh perasaan yang luar biasa, mengingat kali ini jika keluar rumah dia sudah bisa membawa kendaraannya sendiri.

Namun, perlu dipahami bahwa para pemula sering lupa untuk melakukan semacam 'SOP' yang tak resmi. Salah satunya adalah memanaskan mesin mobil. Padahal perlu diketahui, sebagian masalah mesin biasanya muncul tak lebih dari 30 detik setelah mesin dinyalakan.

Hal ini membuat banyak pemilik mobil pemula sudah keluar masuk bengkel hanya lantaran jarang melakukan warm up pada mobilnya secara cukup. Maka dari itu, memanaskan mobil di awal bukanlah hal yang merugikan, justru akan membuat performa mobil tetap terjaga.

3 dari 6 Halaman

Mobil Besar

Mobil Besar

Siapa yang tidak ngiler melihat Toyota Fortuner yang sedemikian gagah, atau Mitsubishi Triton Strada yang jika dikendarai di jalanan terlihat macho dan mampu memikat mata banyak pengguna jalan?

Pemahaman yang salah tentang mobil besar adalah bahwa sering orang menganggap bahwa mobil besar berarti aman. Sebetulnya tidak juga, masalah keamanan pada dasarnya dikembalikan pada pengemudinya sendiri, artinya subjektif.

Dimana sebesar apapun mobil yang dibeli, kalau dikendarai dengan cara yang ugal-ugalan, penghuni kabin juga pasti akan merasa dalam kondisi yang berbahaya.

4 dari 6 Halaman

Kecepatan

Kecepatan

Isu tentang kecepatan yang tidak terlalu penting pada mobil biasanya diutarakan oleh orang-orang yang sudah cukup paham masalah otomotif, tapi tidak kunjung bisa membeli mobil, lantaran sudah punya cukup ilmu, tapi tidak punya cukup pengalaman.

Memang benar, di kota besar kecepatan dari kendaraan tidak akan terlalu menentukan lantaran potensi kemacetan juga cukup besar. Tapi perlu dipahami bahwa tujuan awal memiliki mobil adalah untuk mentransport diri secepat dan seaman mungkin ke daerah tujuan.

Lagipula memiliki mobil dengan performa bagus tak melulu soal balap dan siapa lebih kencang, namun lebih kepada sebaik apa efisiensi waktu yang bisa diraih saat menuju ke tempat tujuan.

5 dari 6 Halaman

Transmisi

Transmisi

Apa yang paling menantang saat para calon pemilik mobil belajar untuk mengendarai mobil? Mengendalikan transmisi manual. Hal tersebut semacam jadi menu wajib para calon pengendara mobil sebelum bisa fasih mengendarai mobil.

Sayangnya, efek dari 'kewajiban' tersebut kadang membuat para calon petrolheads jadi agak malas, dan selanjutnya lebih memilih untuk membeli mobil matic sebagai pilihan.

Padahal tidak ada ruginya bisa belajar lebih tekun lagi saat berlatih menyetir menggunakan transmisi manual. Karena biasanya jika sudah menguasai mobil dengan transmisi manual, transmisi matic akan jadi lebih mudah.

6 dari 6 Halaman

Cara Berkendara

Cara Berkendara

Hal ini terkadang sering dikaitkan dengan eksistensi ibu-ibu yang sering menggunakan motor matic ke pasar dan kemudian mengambil jalur yang 'tanggung', alias tidak di tengah, tapi juga tidak di tepi.

Kabar buruknya adalah, cukup banyak juga para pemilik mobil baru yang melakukan hal serupa. Mengendarai mobilnya tidak pada jalur yang benar. Lambat di jalur kanan, dan sering kencang di jalur kiri.

Padahal efek dari kekurangpahaman dalam mengendarai mobil yang satu ini amatlah fatal. Selain potensi kemacetan yang bisa muncul saat berkendara lambat di sisi kanan, kecelakaan juga bisa muncul kapan saja.

(kpl/fjr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami