5 Teknologi yang Mengubah Berkendara Konvensional

Teknologi kendaraan saat in sudah mengalami perkembangan pesat. Di tahun-tahun mendatang mobil akan semakin canggih yang akan mengubah peraturan dalam mengemudi dan menjaga pengendaranya.

Rabu, 03 September 2014 18:15
5 Teknologi yang Mengubah Berkendara Konvensional Teknologi pengubah kendaraan konvensional (Foto: Istimewa)

Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Teknologi kendaraan saat in sudah mengalami perkembangan pesat. Di tahun-tahun mendatang mobil akan semakin canggih yang akan mengubah peraturan dalam mengemudi dan menjaga pengendaranya.

Sedikitnya terdapat lima teknologi kunci yang akan memasuki pasar pada dekade berikutnya, yang erat terkait dengan perubahan peraturan mengemudi di seluruh dunia. Berikut adalah mobil-mobil menurut Carmudi, yang akan mengubah peraturan dalam mengemudi dan menjaga pengendaranya pada masa datang:

1 dari 5 Halaman

Mobil Terbang

Mobil Terbang

Kelompok yang menjadi target adalah mereka yang memiliki uang yang sangat banyak. Jadi tinggal terbang saja untuk melewati kemacetan lalu lintas

Ide tersebut tidaklah baru dan sudah pernah dilihat pada tahun 1917. Saat itu adalah Curtiss Autoplane, sebuah kendaraan yang mampu melompat dan terbang. Pelaksanaan peraturan undang undang jenis-jenis kendaraan ini sebenarnya digunakan untuk layanan yang mendesak saja dan diperuntukan bagi mereka yang sangat kaya sekali.

Dalam produksi besar-besaran untuk mobil terbang ini beberapa perusahaan sedang bekerja melakukan penelitian untuk hal tesebut dan sebagai pencetusnya adalah perusahaan Terrafugia.

2 dari 5 Halaman

Mobil Jaringan

Mobil Jaringan

Kelompok yang menjadi target terutama pengendara yang berdomisili di kota besar. Menariknya hal ini tidak memerlukan surat izin mengemudi

Ditujukan kepada mereka yang tinggal di tempat-tempat yang ramai, mobil ini akan mencoba untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan perjalanan pada lokasi-lokasi yang ditempuhnya. Ini adalah sebuah sistem dimana seseorang menghubungi sebuah mobil malalui jaringan via aplikasi smartphone dan kendaraan tersebut akan sampai pada tujuan dan menjemput maksimal dua orang.

Alat tersebut akan mengkalkulasikan rute terbaik berdasarkan informasi waktu lalu lintas yang sebenarnya. Hal ini mungkin terdengar seperti sebuah ide yang sebenarnya akan dicapai nanti dimasa mendatang, namun mereka yang bergabung dalam General Motors berencana untuk melakukan tes-tes pada sistem ini pada kota-kota besar di seluruh dunia pada tahun 2020.

3 dari 5 Halaman

Mobil Otomatis

Mobil Otomatis

Boleh jadi yang menjadi sasaran adalah pengemudi yang malas. Kendaraan yang demikian dapat menghemat tenaga pengemudi dan bisa bersantai ketika bepergian

Mobil-mobil ini dibekali kamera, sensor, radar dan laser. Kendaraan dengan kendali otomatis akan membawa dimensi yang baru kepada para pengemudi di jalan raya. Meskipun mobil kendali otomatis Google sudah beroperasi, mereka masih dalam proses membuat keputusan dengan pertimbangan apakah akan membuat mobil-mobil tersebut sendiri atau menjual teknologinya kepada penjual-penjual mobil yang sudah terkemuka.

4 dari 5 Halaman

Mobil Berbahan Bakar Sel

Mobil Berbahan Bakar Sel

Jenis-jenis kendaraan ini dilihat sebagai solusi terhadap kendaraan bermesin kombusi yang merusak lingkungan dan harga mobil listrik yang mahal.

“Kendaraan-kendaraan ini menghasilkan air sebagai sebuah hasil sampingan dan telah dikatakan mampu digunakan untuk mengemudi dengan jarak tempuh yang jauh,” ujar Profesor Samuelsen, mobil dengan bahan bakar sel.

Namun, tidak terdapat stasiun pengisian dengan jumlah yang banyak yang siap pada lokasi-lokasi yang berbeda-beda untuk membuatnya praktis dan baterai yang besar yang memakan ruang bagasinya. Modifikasi terus berlangsung untuk membuat kendaraan ini tidak lagi menjadi sebuah masalah.

5 dari 5 Halaman

Mobil Listrik Jelajah Murah

Mobil Listrik Jelajah Murah

Kategori kelompok yang menjadi target adalah pengusaha di bumi. Imbasnya tidak ada gas emisi rumah kaca.

Mobil elektrik telah menjadi satu bagian dari penyelesaian masalah emosi CO2 dari kendaraan-kendaraan dengan gas yang tidak bersahabat dan malahan kendaraan macam ini tidak digunakan secara luas. Mengapa? Simpel saja, mereka mahal. Alasan dibalik harganya yang mahal adalah harga produksi yang tinggi daripada baterai Li-ion yang digunakan untuk menjalankanya.

Kendati demikian, para professor di Universitas Wollongong, Australia telah memiliki solusi untuk hal tersebut. Sebuah elemen yang berlimpah telah ditemukan di dalam kerak bumi dan memiliki kemampuan ketika disatukan menjadi baterai untuk meningkatkan penyimpanan energy Li-ion dengan tingkatan 5 kali. Terlebih lagi, penyimpanan yang sudah dikembangkan akan mengurangi biaya baterai-baterai tersebut.

(kpl/prl/nzr/fjr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami