5 Kebiasaan Buruk dalam Berkendara, Akibatnya Fatal

Kecelakaan dalam berlalu lintas masih kerap terjadi di Indonesia. Untuk mencegah hal itu, hindari beberapa kebiasaan buruk ini ketika berkendara.

Sabtu, 17 Februari 2018 15:45
Ilustrasi : cnbc.com
Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - Kecelakaan dalam berlalu lintas masih kerap terjadi di Indonesia. Tidak hanya karena kesalahan teknis pada kendaraan, human error juga menjadi salah satu penyebabnya. Pihak kepolisian tak henti-hentinya mensosialisasikan program keselamatan berkedara untuk mencegah hal tersebut.

Namun, usaha dari berbagai pihak akan sia-sia jika para pengguna jalan raya masih mengabaikan keselamatan. Hal ini kadang disepelekan hingga akhirnya menjadi kebiasaan buruk yang mengganggu pengendara lain serta berakibat fatal. Hindari 5 kebiasaan ini untuk menciptakan jalan yang ramah bagi penggunanya, Otolovers.

1. Menggunakan HP

 

Penggunaan HP saat berkendara kerap menjadi perhatian. Pasalnya, dengan mengoperasikan gadget ini, perhatian pengendara akan terpecah. Akibatnya, kewaspadaan dan respon akan berkurang sehingga dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan yang lain. Jika pesan atau telepon yang masuk benar-benar penting, menepilah dan berhenti sebelum menggunakan hp.

2. Merokok

 

Orang yang merokok saat berkendara kerap berdalih sebagai penahan kantuk dan untuk mengusir kebosanan. Namun, kebiasaan ini ternyata berpotensi menimbulkan kecelakaan. Bara api dan abu yang panas dapat menempel ke badan sehingga konsentrasi pengendara akan terpecah. Selain itu, keduanya dapat mengganggu penglihatan pengendara lain jika sampai terkena mata. Jika benar-benar ingin merokok, berhentilah sebentar di warung, mini market, rumah makan, atau tepi jalan.

3. Mendengarkan musik dengan volume tinggi

 

Musik memang dapat mengusir rasa bosan ketika sedang dalam perjalan, terlebih ketika harus berhadapan dengan macet. Namun, ternyata ada bahaya di balik hal tersebut. Jika musik yang diputar terlalu keras, pengendara akan sulit untuk memperhatikan kendaraan lain. Pasalnya, klakson dari kendaraan lain akan tertutup oleh musik. Lagi-lagi hal ini akan mengurangi kewaspadaan pengendara. Sebenarnya, mendengarkan musik tidak dilarang namun, tidak boleh menutup suara lain.

4. Mengemudi ketika mengantuk

 

Mengantuk adalah hal yang biasa dan manusiawi. Namun, ketika berkendara hal ini sangat berbahaya. Kesadaran dan respon akan berkurang. Biasanya, orang yang memaksakan diri beralasan bahwa tujuannya sudah dekat. Untuk mengatasi hal tersebut, berhentilah di suatu tempat untuk beristirahat sejenak.

5. Mengabaikan lampu kuning

 

Isyarat lampu kuning merupakan tanda supaya pengendara lebih waspada. Jika warna ini muncul sebagai peralihan dari merah ke hijau, maka artinya adalah pengendara harus bersiap untuk melanjutkan perjalanan, seperti kembali berkonsentrasi atau memasukkan gigi kendaraan bermotor. Jika menyala sebelum lampu merah, maka pengendara harus mengurangi kecepatan. Namun, beberapa pengguna jalan yang tak bertanggung jawab kerap mengabaikannya. Mereka sudah tancap gas atau menambah kecepatan ketika lampu kuning menyala. Resiko dibalik kebiasaan buruk ini adalah kecelakaan yang terjadi di persimpangan jalan.

ARTIKEL INI JUGA MENARIK, OTOLOVERS

(kpl/crn)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami