5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Sepeda Motor Jawa

Jawa yang akan kita bahas adalah sebuah sepeda motor. Bernama Jawa, apakah dibuat di Indonesia?

Selasa, 20 November 2018 13:45
5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Sepeda Motor Jawa Jawa Motorcycle (Autocar India)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Nama Jawa sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Bisa diartikan menjadi suku, pulau atau mungkin bahasa.

Tapi, Jawa yang akan kita bahas adalah sebuah sepeda motor. Bernama Jawa, apakah dibuat di Indonesia? Bukan, sepeda motor Jawa ini bukan buatan Indonesia.

Sepeda Motor Jawa ini memang pernah beredar di pasaran Indonesia. Tapi kemudian tak lagi dijual. Lama tak terdengar, sepeda motor Jawa ini pun mulai bangkit kembali di India.

Nama Jawa memang menarik. Bagi yang awam, mungkin akan terkecoh dengan nama Jawa itu. Tapi, mungkin Otolovers perlu tahu tentang seluk belum sepeda motor Jawa ini agar tak terkecoh. Apa saja?

Merek

Dua tahun setelah Classic Legend terbentuk, yang mana telah memperoleh hak merek Jawa di pasar India dan ASEAN, motor ikonik ini menjalani debut comeback di India.

Classic Legend sendiri adalah sebuah usaha yang dipelopori oleh Anand Mahindra, Anupam Thareja, dan Boman Irani. Mahindra adalah pemegang saham mayoritas, sebesar 60 persen. Pengambilan alih ini dilakukan Mahindra setelah melihat penjualan yang tak stabil dari divisi roda duanya.

Sementara sepeda motor baru Jawa ini dikembangkan dengan masukan dari berbagai tim ahli internasional, tentu juga dari tim Indian Classic Legend, dan siap diproduksi di pabrik Pithampur milik Mahindra di India. Jawa juga disebut akan menggunakan 'baju' dan aksesori yang menarik, seperti dilansir dari Autocar India.

Sepeda Motor

Seperti dibahas sebelumnya, nama Jawa bukanlah mewakili suku, bahasa, ataupun nama pulau. Ini adalah sebuah sepeda motor.

Menandai comeback-nya, Jawa langsung merilis 3 sepeda motor, Jawa, Jawa Forty-Two, dan Jawa Perak. Pabrikan percaya bahwa ini adalah sepeda motor yang akan disukai oleh para loyalisnya, sebab terinspirasi oleh varian terpopuler Jawa, 250 Tipe A.

Sementara Jawa Forty-Two adalah varian dengan tampilan yang lebih modern dan urban dengan elemen matte-black yang menggantikan beberapa krom. Lampu bulat retro dengan kluster instrumen membuatnya terlihat lebih keren. Forty-Two menawarkan harga yang lebih terjangkau.

Sedangkan Jawa Perak memiliki gaya yang sedikit berbeda dari kedua saudaranya. Bergaya bobber, Perak lebih panjang dan rendah. Perak juga membuang semua sentuhan krom dan digantikan oleh matte-black.

Perak hadir dengan konfigurasi single-seater dan fitur toolbox yang sangat berbeda. Elemen styling bobber seperti kursi mengambang, kaca spion, fender, dan knalpot tumpul melengkapi gaya Perak.

(kpl/tys)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami