5 Fakta Kecelakaan Fatal Lamborghini, Sopir Selamat!

Lamborghini seolah membuktikan diri bahwa produk-produk buatannya bukan hanya nama besar belaka tapi selalu memberikan tingkat safety tinggi untuk pengemudinya.

Senin, 30 November 2015 16:15
5 Fakta Kecelakaan Fatal Lamborghini, Sopir Selamat! Kompilasi kecelakaan Lamborghini

Editor : Nurrohman Sidiq

Otosia.com - Sebagai salah satu supercar dengan reputasi tinggi di jagat mobil cepat dunia, Lamborghini seolah membuktikan diri bahwa produk-produk buatannya bukan hanya nama besar belaka tapi selalu memberikan tingkat safety tinggi untuk pengemudinya.

Terlepas dari berbagai kecelakaan yang menimpa mobil berlogo banteng asal Italia termasuk kasus 'serudukan maut' sebuah warung STMJ di kawasan Jalan manyar Kertoarjo, Surabaya, Minggu (29/11/2015), yang menewaskan satu orang dan dua orang lainnya luka-luka, beebrapa fakta-fakta lain membuktikan bahwa hancurnya bodi mobil tidak berimbas besar bagi pengemudi.

Di Indonesia sendiri dimana supercar menjadi barang supermewah dan tidak sedikit orang yang memilikinya, pernah beberapa kali menjadi saksi kecelakaan saat 'si Banteng' itu berubah 'liar' hingga 'jokinya' sendiri tidak sanggup mengendalikannya.

Dan dari sekian peristiwa yang ada, bahkan seorang pengacara kondang Hotman Paris Hutapea pun pernah merasakan sendiri betapa buasnya kekuatan Lamborghini dan bagaimana ia berhasil selamat dan tragedi berdarah saat itu.

Berikut rangkuman kecelakaan hebat yang melibatkan mobil Lamborghini dari berbagai merk dan fakta seberapa safety Lamborghini melindungi mampu memproteksi pengendaranya.

1 dari 5 Halaman

Kecelakaan Hotman Paris

Kecelakaan Hotman Paris

Hotman Paris Hutapea (55) pernah mengalami peristiwa tragis yang melibatkan Lamborghini Gallardo warna hijau miliknya, sebuah bus dan mobil boks L300 bernopol B-9642-BCI di Tol Wiyoyo Wiyono kilometer 17 arah Bandara Soekarno-Hatta, Pluit pada awal bulan Oktober, (05/10/2014) tahun lalu.

Kondisi Lamborghini bernomor polisi B-999-NP tersebut hancur tepat pada bagian depan dan pinggir akibat hantaman cukup keras. Meski demikian, Hotman Paris dilaporkan tidak mengalami luka serius dan sekadar shock tepat sesaat pasca kejadian.

AKibat kejadian ini, sopir boks Dedy Sulaeman (31) warga Tangerang meninggal dunia di tempat karena terlempar dari mobil. Sedangkan kernetnya, Mulyono (33), warga Bojong Sari, Depok, mengalami luka ringan dan dievakuasi ke RS Mitra Kemayoran.

2 dari 5 Halaman

Lamborghini Tol Tanjung Priok

Lamborghini Tol Tanjung Priok

Kecelakaan Lamborghini juga pernah terjadi di bulan Juni tahun 2014. Lamborghini berwarna putih dengan nopol B-999-FIN yang dikemudikan oleh Edi (38), menabrak sebuah truk boks dengan sopor Suhanda (50) di Kilometer 21-200 Tol Tanjung Priok arah Bandara Soekarno-Hatta, Pluit.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Ahad (8/6/2014). Meski kondisi mobil Edi mengalami rusak parah di bagian depan, tapi ia hanya mengalami trauma dan tidak mengalami cidera serius, sedangkan Suhanda mengalami luka-luka.

Edi mengakui bahwa air-bag mobil terbuka sehingga meminimalisir dampak kecelakaan.

3 dari 5 Halaman

Kecelakaan di Kelapa Gading

Kecelakaan di Kelapa Gading

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan supercar Lamborghini hingga membuatnya remuk pernah terjadi di Jalan Boulervard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Ahad, (6/9/2015).

Supercar berjenis Lamborghini Gallardo bernopol B 8 RBY yang dikemudikan Liles (26) asal Lubuk Linggau, Sumatra Selatan itu menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh Endah Suprapti (39), warga Jalan Bentengan, Sunter Jaya, Jakarta Utara.

Kronologi insiden ini bermula dari Lamborghini yang melaju kencang dan menabrak Tugu Sumarecon. Karena oleng dan tidak terkendali, ia lalu menyeruduk sepeda motor yang saat itu dikendarai Endah hingga membuatnya terpental ke seberang jalan.

Dampak kejadian, 'si Banteng' asal Italia tersebut ringsek di bagian depan namun tidak sampai merangsek hingga ruang kemudi. Liles pun tidak mengalami cidera serius, sedangkan Endah harus dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading karena menderita luka-luka.

4 dari 5 Halaman

Kecelakaan Wiyang Lautner

Kecelakaan Wiyang Lautner

Kasus terakhir dan hingga kini masih dalam proses hukum menimpa Wiyang Lautner (24), warga Dharmahusada Surabaya yang menabrak sebuah warung STMJ di depan Samsat Manyar, Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya pada Ahad, (29/11/2015) kemarin.

Lamborghini Gallardo silver bernomor polisi B 2258 WM itu diindikasikan melaju kencang pada pukul 05.20 pagi lalu mengalami oleng di lajur lurus menuju Kertajaya dan langsung menyeruduk warung STMJ hingga membuat seorang pelanggan harus meregang nyawa dan 2 lainnya cidera.

Setelah memporak porandakan warung beserta isinya, supercar itu baru berhenti setalah menabrak pohon besar di sebelah warung. Sesaat pasca kejadian, Wiyang keluar dari mobil dengan selamat dan hanya mengalami luka ringan.

5 dari 5 Halaman

Lamborghini Terbelah Dua

Lamborghini Terbelah Dua

Sebagai sebuah bandingan yang lebih parah dari kejadian di Indonesia, Lamborghini Gallardo yang dikemudikan oleh seorang pria berumur 40an tahun asal Thailand ini bahkan lebih tragis ketimbang kasus Wiyang. Padahal mobil yang ia kendarai terbelah menjadi dua bagian layaknya termutilasi.

Menurut pengakuan pria tersebut kepada roadandtrack, Selasa (24/06/2015), waktu itu ia melaju dengan kecepatan 150 km/h. Padahal saat itu kondisi jalan sangat licin karena guyuran hujan lebat.

Karena kejadian yang sangat cepat, pria itu bahkan tak sempat merasakan prosesnya hingga ia tiba-tiba sudah berada di luar mobil dan melihat Gallardo kesayangannya terbelah mengenaskan.

Bahkan ketika tim rescue datang ke lokasi, pengemudi itu malah diketahui sedang menelepon tanpa luka sedikit pun. Benar-benar keberuntungan yang tak terduga!

(kpl/sdi)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami