5 Fakta Formula E di Jakarta, Mulai Anggaran Fantastis Hingga Hampir Batal

Balap mobil listrik Formula E akan dihelat di Monas, Jakarta. Balapan itu sempat menemui kendala soal perizinan.

Rabu, 12 Februari 2020 08:15
5 Fakta Formula E di Jakarta, Mulai Anggaran Fantastis Hingga Hampir Batal Formula E Jakarta (instagram/formulaEJakarta)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Indonesia untuk pertama kalinya akan menjadi tuan rumah balap Formula E pada Juni 2020 mendatang. Rencananya, Jakarta E Prix itu akan digelar di kawasan Monas.

Federtion Internationale de I'Automobile Formula E atau biasa dikenal dengan istilah Formula E adalah balap mobil kursi tunggal yang daya utamanya adalah listrik. Balapan ini pertama kali dikonsepkan pada 2012. Sementara itu musim balap perdananya diawali di Beijing pada akhir 2014. Kejuaraan balap mobil ini diresmikan oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA). Alejandri Agag adalah orang yang memulai dan juga menjadi CEO Formula E Holdings.

Secara teknis, mobil yang digunakan untuk balapan hanya dapat mencapai kecepatan maksimal 280 kilometer per jam. Selama balapan yang berlangsung selama 45 menit, pembalap tidak diperbolehkan untuk mengisi daya. Hanya sepuluh pembalap yang berhasil menyelesaikan balapan yang akan mendapatkan poin.

Inilah lima fakta penting tentang Formula E yang akan digelar di Jakarta:

 

1 dari 5 Halaman

Anggaran Rp 1 Triliun

Anggaran besar digelontorkan Pemprov DKI Jakarta untuk mendanai kejuaraan ini. Biaya ini dimasukkan dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah Perubahan (APBD-P) 2019 dan APBD 2020. Tercatat hingga sampai saat ini ada empat anggaran yang sudah diajukan dengan total senilai Rp 1,6 triliun.

Untuk apa saja? Seperti yang di lansir dari merdeka.com, anggaran sebesar itu digunakan untuk membayar penyelenggara sebesar Rp 360 miliar, penambahan anggaran sebesar Rp 934 miliar, pembayaran kepada Jakpro sebesar Rp 306 miliar, serta Rp 600 juta untuk sosialisasi.

2 dari 5 Halaman

Pertama di Indonesia

Selain China, Hong Kong, Arab Saudi, dan Korea Selatan, Indonesia adalah negara pertama di Asia yang menjadi tuan rumah pada ajang kejuaraan Formula E. Kejuaraan Formula E ini direncanakan akan digelar selama lima tahun berturut-turut dari 2020, 2021, 2022, 2023, dan 2024.

Maka dari pada itu pembangunan infrastruktur akan maksimal jika penggunaannya setiap tahun dan Jakarta juga menjadi menarik dari sisi pariwisata.

3 dari 5 Halaman

Sempat Tak Diberi Izin

Pada awalnya memang Monas yang dapat memenuhi kriteria sebagai ikon Jakarta dan Indonesia yang menjadikan representatif kepada dunia internasional. Kementrian Sekretariat Negara (Kemensetneg) awalnya menolak Monas untuk dijadikan bagian dari sirkuit yang akan digunakan untuk balapan Formula E.

Namun pada Senin (10/2) kemarin, Komisi Pengarah Dewan Pengarah Kawasan Medan Merdeka akhirnya memperbolehkan Pemprov DKI Jakarta menggelar Formula E pada tanggal 6 Juni 2020 bertempat di Lapangan Sisi Timur, Monas, Jakarta Pusat.

Seperti yang dilansir dari liputan6.com "Informasi tentang surat Komisi Pengarah tanggal 7 Februari tersebut betul. Dalam surat tersebut pada prinsipnya Komrah menyetujui Formula E di Kawasan Taman Medan Merdeka, dengan memperhatikan dan mematuhi peraturan perundang-undangan, antara lain UU Cagar Budaya," jelas Sekretaris Kemensetneg Setya Utama, Senin (10/2/2020).

4 dari 5 Halaman

Kampanye Kendaraan Bebas Emisi

Kejuaraan Formula E pada faktanya tidak perlu membutuhkan waktu yang panjang untuk menjadi ajang balapan mobil yang paling bergengsi di kelas internasional.

Hal itu juga menjadi pembuktian bahwa pengujian dan pengembangan yang bersangkutan dengan infrastruktur jalanan. Serta menjadi ajang kampanye untuk penggunaan kendaraan bebas emisi dan bebas polusi udara dalam kelas internasional.

5 dari 5 Halaman

Digelar di 12 Negara

Format balapan Formula E ini terdiri dari 24 pembalap dari 12 tim dan digelar di jalanan kota di 12 kota yang terbagi di lima benua di dunia.

Formula E pada musim 2019/2020 yang nantinya di gelar di Jakarta adalah musim ke enam dan akan digelar di Santiago (Chile), Mexico City (Meksiko), Marrakesh (Maroko), Diriyah (Arab Saudi), Sanya (China), Roma (Italia), Paris (Prancis), London (Inggris), Berlin (Jerman), Hong Kong, Jakarta (Indonesia) dan Seoul (Korea Selatan). Namun, kejuaraan Formula E di Sanya, China dibatalkan karena terkait virus Corona yang menyerang Wuhan.

Sumber: Merdeka.com

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami