5 Cara Mengendarai Mobil Matic Saat Menerobos Genangan Air

Berbeda dengan transmisi manual, sedikitnya ada 5 poin cara mengendarai mobil matic saat melewati genangan air yang cukup tinggi.

Sabtu, 13 Februari 2021 09:15
5 Cara Mengendarai Mobil Matic Saat Menerobos Genangan Air Ilustrasi sebuah mobil menerabas genangan air (Otosia.com/Nazar Ray)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Hujan lebat masih terus terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Berkendara pun dituntut ekstra waspada saat di jalan basah.

Selain jalan basah, genangan air yang cukup tinggi di jalan raya juga menjadi hambatan yang kadang kala harus dihadapi pengendara. Lantaran karena ada urusan mendesak sebagian ada yang tetap nekat menerobos banjir.

Namun ketika terpaksa melewati genangan air yang cukup tinggi, perlu memperhatikan beberapa hal, terurutama mobil bertransmisi otomatis.

Menurut Bambang Supriyadi, Executive Coordinator, Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), setidaknya ada 5 poin cara mengendarai mobil matic saat melewati genangan air:

 

1 dari 4 Halaman

1. Pastikan saluran masuk udara tidak terendam air. Jika saluran masuk udara (air inlet) ini sampai terendam, maka dapat membuat terjadinya water hammer, kondisi di mana air dapat masuk pada ruang pembakaran. Hal ini bisa menyebabkan mesin mobil menjadi rusak.

"Pastikan ketinggian genangan air tersebut tidak lebih dari setengah roda. Jangan memaksakan diri melewati jalan yang genangan airnya tinggi," ujarnya.

2 dari 4 Halaman

Sejumlah mobil berjalan perlahan saat melewati banjir

2. Gunakanlah gir paling rendah, misalnya 1 atau L. Ini bertujuan agar kecepatan mobil tetap stabil dan putaran mesin pun akan lebih bertahan. Lalu gas buang yang ada bisa dikeluarkan dari bagian knalpot sehingga air bisa tertahan dan tidak masuk ke bagian ruang mesin melalui jalur pembuangan.

3 dari 4 Halaman

3. Tidak dianjurkan dalam kecepatan tinggi. Melaju secara perlahan dan konstan akan membantu mengantisipasi terjadinya potensi bahaya, seperti lubang besar di jalan.

4. Ketika mobil mogok, matikan mesin. Jangan dipaksa dihidupkan. Ketika genangan air begitu tinggi hingga melewati setengah roda mobil dan membuat mesin mati maka jangan mencoba menghidupkan mesin kembali. Jika tetap dilakukan akan membuat kerusakan parah pada bagian mesin mobil.

4 dari 4 Halaman

5. Selanjutkan keringkan rem dengan cara sederhana. Cukup dengan kecepatan lambat sekitar 5 km/jam. Setelah itu remlah mobil berkali kali secara perlahan. Tujuannya untuk memastikan bahwa mobil memang masih dalam kondisi yang baik dan kampas rem kering.

Jika dirasa ada yang tidak beres dengan kendaraan, maka dapat melakukan pengecekan mobil di bengkel resmi untuk mendapatkan penanganan terbaik.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami