4 Pemicu Sepeda Motor Tiba-Tiba Terbakar saat Sedang Dikendarai

Insiden sepeda motor terbakar saat dikendarai bisa jadi karena kelalaian pemiliknya. Beberapa hal bisa menjadi pemicu munculnya api, seperti modifikasi yang berlebihan atau kurang tepat.

Rabu, 13 Januari 2021 20:45
4 Pemicu Sepeda Motor Tiba-Tiba Terbakar saat Sedang Dikendarai Ilustrasi sepeda motor terbakra (Humas Polres Jakarta Pusat)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Sepeda motor butuh perawatan rutin agar performanya tetap optimal. Selain itu, dengan merawat sepeda motor secara rutin, pemilik bisa mengetahui kondisi sepeda motor secara keseluruhan.

Hal itu untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, seperti sepeda motor yang tiba-tiba terbakar bahkan saat sedang dikendarai. Salah satu pemicunya adalah kurang telitinya si pemilik sehingga ada komponen sepeda motor yang memicu terjadinya kebakaran.

Hal ini tentu saja berbahaya, selain bisa merugi secara materi, insiden seperti itu juga bukan tak mungkin membahayakan si pengendara. Nah, agar Otolovers terindar dari risiko tersebut ada baiknya untuk mengetahui pemicu kebakaran sepeda motor secara tiba-tiba.

1 dari 4 Halaman

1. Modifikasi yang berlebihan

Pada saat akan memodifikasi kenaraan, ada bainya untuk mempertimbangkan apa saja spare part yang dipakai. Poin utama modifikasi biasanya menyangkut tiga hal, yakni mesin misalnya bore up atau penggantian system knalpot, frame misalnya penggantian roda-roda dan elektrik misalnya penambahan lampu.

Memodifikasi sepeda motor harus dilakukan oleh modifikator yang ahli dan menggunakan spare part yag teruji pula. Modifikasi sistem kelistrikan cukup marak akhir-akhir ini karena tersedia begitu banyak bahan modifikasi seperti lampu LED yang banyak dijual dengan harga murah.

Modifikasi yang dikerjakan sembarangan tanpa pengetahuan kelistrikan otomotif yang memadai, dapat mengakibatkan timbulnya korsleting dan memicu kecelakaan bahkan dapat mengakibatkan sepeda motor terbakar.

2 dari 4 Halaman

2. Bahan bakar yang bocor

Bahan bakar yang bocor atau meluber memiliki kemungkinan terkena percikan api dari sistem pengapian. Inilah yang kemudian bisa menyebabkan terjadinya motor terbakar saat dikendarai.

Seringkali dugaan awal saat sebuah kendaraan terbakar dikarenakan adanya kebocoran pada bahan bakar yang di sebabkan tangki motor yang tidak tertutup dengan baik ataupun lewat selang bahan bakar yang bocor.

Disisi lain saat melakukan perawatan berkala setiap 4000 km, harus dipastikan kondisi saluran atau selang bahan bakar dalam kondisi yang baik. Pemeriksaan harus dilakukan oleh mekanik yang memiliki kompetensi yang baik, karena bisa jadi saat pemeriksaan (misalnya pemeriksaan tekanan bahan bakar) harus dilakukan penggantianan part tertentu.

Tutup bahan bakarpun terdapat karet perapat dan system pernapasan (lubang kecil di tutup tangki), harus terpasang dengan baik dan bebas dari benda lain, agar tidak terjadi kendala selama berkendara, missal mbebet saat dikendarai. 

3 dari 4 Halaman

3. Oli yang bocor

Lakukan pengecekan kondisi seluruh bagian motor sebelum berkendara, oli mesin serta ketinggian oli di deepstik atau batang pemeriksaan oli mesin. Perhatikan apakah ada kebocoran atau tidak. Salah satu fungsi oli adalah sebagai pendingin atau menyebarkan panas mesin. Kurangnya jumlah oli dapat mengakibatkan naiknya temperatur mesin diatas temperatur normalnya.

Apabila ditemukan oli yang merembes, segera ganti komponen tersebut. Karena oli yang bocor dapat berbahaya jika dibiarkan.

"Oli berperan penting dalam engine kendaraan, diantaranya menjaga temperatur atau pendingin engine, oli yang bocor dapat mengakibatkan kerusakan yang parah pada mesin motor. Karena kinerja motor berkurang atau bahkan dapat mogok. Lakukan service dan ganti oli rutin pada bengkel AHASS agar kondisi kendaraan bisa diketahui atau terpantau dan dapat menghindari kerusakan lebih lanjut atau parah," kata Technical Development Area Head MPM Honda Jatim, Naim Muhdori.

4 dari 4 Halaman

4. Kondisi mesin terlalu panas

Selama kondisi motor menyala, maka akan menghasilkan panas di area engine dan system gas buang atau knalpot. Panas tersebut akan semakin tinggi saat dikendarai dalam waktu yang lama, misalnya keluar kota atau dikendarai berjam-jam, apalagi dalam kecepatan tinggi. Selama sepeda motor dalam kondisi terawat, motor tidak masalah digunakan pada kondisi tersebut.

Di sisi lain faktor eksternal dapat memicu terjadinya kecelakaan dan bahkan sampai terjadi kebakaran. Sesuatu yang menempel di bagian engine atau knalpot yang panas dapat menghambat pelepasan panas ke udara bebas, hal ini akan menyebabkan bagian yang tertutup benda eksternal atau benda asing menjadi lebih panas lagi dan dapat memicu sumber api atau titik awal kebakaran.

"Perhatikan kondisi motor apabila berkendara dengan jarak jauh. Bersihkan atau hindari menutup bagian motor yang panas seperti engine dan knalpot dari benda-benda asing. Sebaiknya beristirahat setelah melakukan perjalanan setiap 2 jam sekali, selain untuk memulihkan kondisi tubuh juga agar mesin motor tidak  terlalu panas." tutup Naim.

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami