4 Modifikasi Motor yang Berbahaya untuk Perjalanan Jauh

Memodifikasi kendaraan memang bisa meningkatkan tampilan kendaraan tersebut, atau mungkin performanya. Tapi tak semua modifikasi cocok untuk dipakai menempuh perjalanan jauh.

Kamis, 08 Agustus 2019 17:15
4 Modifikasi Motor yang Berbahaya untuk Perjalanan Jauh Honda Hero CBZ modifikasi (Cartoq)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Tak semua jenis modifikasi sepeda motor akan memberikan dampak baik. Meskipun memberikan tampilan yang berbeda dan lebih menarik, bisa saja hasil modifikasi justru merugikan.

Bisa menggurkan garansi sepeda motor, atau bahkan ditilang polisi karena tak sesuai dengan ketentuan. Tak semua modifikasi akan nyaman dipakai untuk perjalanan jauh.

Melansir laman Wahana Honda, berikut empat jenis modifikasi sepeda motor yang berpotensi bahaya saat dipakai perjalanan jauh.

 

1 dari 7 Halaman

Motor Ceper

Motor Ceper

Membuat sepeda motor lebih rendah alias ceper kerap dilakukan. Tapi sepeda motor yang sudah dibuat ceper tak dianjurkan untuk dipakai bepergian jauh. Sebab, kondisi shockbreaker yang dipendekkan akan memengaruhi kenyamanan berkendara. Bikers akan cepat lelah.

Selain itu, mesin juga akan bekerja lebih keras akibat beban yang terasa lebih berat. Apalagi kalau rute yang dilalui adalah jalan yang cukup ekstrem, motor akan berpotensi rusak. Contohnya, sepeda motor tidak bisa dipacu dengan kecepatan maksimal sesuai kapasitasnya.

2 dari 7 Halaman

Filter Udara Kecil

Filter Udara Kecil

Pada umumnya filter udara yang dipakai untuk modifikasi ukurannya lebih kecil. Hal tersebut tidaklah dianjurkan, sebab bentuknya lebih kecil akan membuat kemampuan menyaring kotoran yang masuk bersama udara jadi lebih buruk.

Alhasil, efeknya debu dan air bisa dengan mudah masuk ke karburator dan ruang bakar. Debu dan kotoran yang masuk akhirnya akan menggores ruang silinder. Bahkan kalau air yang masuk, mesin bisa langsung mati.

3 dari 7 Halaman

Ban Tak Standar

Ban Tak Standar

Ban menjadi komponen vital. Penggunaan ban kecil atau tak standar sangat tak dianjurkan untuk menempuh perjalanan jarak jauh.

Sebab, ban yang tidak sesuai bisa membaut performa motor menurun. Bisa-bisa ban pecah karena kinerja kendaraan yang berat saat menempuh jarak yang jauh.

Dianjurkan untuk memakai ban yang sesuai dengan ukuran velg. Misalnya, motor bebek umumnya menggunakan ukuran 80/90-17, yang artinya lebar 80 mm, tinggi 90 persen dari 80 mm atau sekitar 70 mm.

4 dari 7 Halaman

Ban Cacing

Ban Cacing

Selain ukuran ban yang tidak standar, memakai ban cacing juga tak dianjurkan. Ban cacing yang kerap dipakai untuk drag race itu tak cocok untuk semua kondisi jalan di Indonesia.

Ban cacing ini juga akan memengaruhi daya cengkeram ban terhadap aspal. Efek terburuknya, sepeda motor bisa terlibat kecelakaan atau sepeda motor tidak stabil kalau dipacu dengan kecepatan yang lumayan tinggi.

5 dari 7 Halaman

Modifikasi Anti Tilang

Modifikasi Anti Tilang

Memodifikasi sepeda motor artinya mengubah bentuk ataupun tampilannya. Baik menambahkan, mengurangi, atau bahkan mengganti komponen yang masuk daftar modifikasi.

Sayangnya tanpa disadari, memodifikasi kendaraan juga berarti membuatnya berbeda dengan spesifikasi yang tercantum dalam surat kendaraan. Itu artinya, jika terjaring razia polisi, belum tentu bisa lolos begitu saja.

Modifikasi bisa berujung surat tilang. Maka itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan modifikasi, seperti dikutip dari Wahana Honda.

6 dari 7 Halaman

Mengubah Dimensi dan Warna

Mengubah Dimensi Sepeda Motor


Mengubah dimensi sepeda motor bukanlah hal yang dilarang, asalkan sudah mengikuti uji kelayakan. Jika tidak, ya jangan marah-marah saat ditilang polisi.

Mengubah Warna


Ini jadi salah satu yang cukup berisiko. Sebab jika warna bodi berbeda dengan keterangan di STNK, bisa saja kamu dicurigai polisi bahwa STNK itu palsu atau mungkin itu barang curian.

Jika memang ingin mengubah warna sepeda motor, ikuti prosedur penggantian warna di STNK terlebih dahulu. Prosedur ini juga disebut tak menghabiskan biaya banyak.

7 dari 7 Halaman

Mengubah Rangka dan Mesin

Mengubah Rangka dan Mesin

Menghilangkan Alat Keselamatan

Mencopot spion misalnya, ini dilarang. Sudah pasti alasannya demi keselamatan selama berkendara. Tanpa alasan modifikasi pun, mencopot spion tak dibenarkan.

Mengubah Rangka

Mengubah rangka sepeda motor bisa berakibat fatal jika dilakukan secara sembarangan. Maka itu, hal ini dilarang dalam Undang-Undang yang berlaku.

Selain itu, pada rangka sepeda motor juga terdapat nomor seri untuk kepentingan administrasi kendaraanmu. Jika diubah, wajar saja polisi akan menahan sepeda motormu.

Bore Up Mesin

Selain membuat tampilan lebih keren, modifikasi juga biasa dilakukan untuk sektor jantung pacu. Yep, supaya lari motor lebih kencang.

Sayangnya, modifikas ini juga dilarang Undang-Undang ya Otolovers. jangan asal bore up mesin jika tak mau berurusan dengan polisi.

(kpl/tys)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami