4 Bulan Diberlakukan, Tilang Elektronik Catat 11 Ribu Pelanggaran

Sistem tilang elektronik atau E-TLE memang telah diterapkan di dua jalan protokol di DKI Jakarta. Kedua jalan tersebut yaitu berada di jalan Medan Merdeka Barat dan di jalan MH Thamrin. Sistem E-TLE ini dinilai sangat efektif dalam menindak para pelanggar lalu lintas.

Selasa, 19 Maret 2019 17:15
Himbauan tilang elektronik (Liputan6.com)
Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Muhammad Ikbal

Otosia.com - Sistem tilang elektronik atau E-TLE memang telah diterapkan di dua jalan protokol di DKI Jakarta. Kedua jalan tersebut yaitu berada di jalan Medan Merdeka Barat dan di jalan MH Thamrin. Sistem E-TLE ini dinilai sangat efektif dalam menindak para pelanggar lalu lintas.

Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Nasir menuturkan, "sejak sistem penindakan E-TLE diterapkan pada 1 November 2018 lalu hingga 16 Maret 2019, tercatat sudah terjadi lebih dari 11 ribu pelanggaran yang berhasil tertangkap kamera CCTV E-TLE. Artinya, kami menilai bahwa sistem ini sangat efektif dalam menindak para pelanggar serta juga menghilangkan praktik-praktik negosiasi di lapangan".

"Sebagai sistem jangka panjang, E-TLE dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak hanya patuh saat ada petugas saja. Mereka ini harus sadar, bahwa meskipun tidak ada petugas bukan berarti dapat melanggar lalu-lintas seenaknya," sambung Kompol Muhammad Nasir.

Dari angka 11.118 kali pelanggaran, tercatat paling banyak pelanggaran terjadi di wilayah Jalan MH Thamrin, Jakarta, yang mencapai 8.534 kali pelanggaran. Angka pelanggaran 11 ribu tersebut, juga tidak hanya dilakukan oleh kendaraan plat hitam saja, namun juga plat kuning, plat merah, plat luar DKI, plat TNI dan Polri serta plat kedutaan.

Untuk plat hitam, mekanisme penilangannya yaitu pihak kepolisian akan segara mengirimkan surat konfirmasi penilangan yang disertakan bukti-bukti pelanggaran dari kamera CCTV kepada pemilik kendaraan. Selanjutnya, pemilik kendaraan mengkonfirmasi pelanggaran tersebut dan membayarkan denda pelanggaran melalui bank BRI atau dititipkan saat menjalani persidangan di pengadilan.

Jika pemilik kendaraan tidak membayarkan denda tersebut dan menjalani persidangan, maka jumlah denda tersebut akan dimasukkan ke dalam pajak tahunan dari kendaraan yang melanggar tersebut. Jika masih belum dibayarkan juga, pajak kendaraan dan denda tilang tersebut, maka pihak kepolisian akan melakukan pemblokiran terhadap nomor dan surat kendaraan tersebut.

Sementara itu, Kompol M. Nasir juga mengatakan bahwa terdapat perbedaan mekanisme penindakan untuk kendaraan TNI, Polri, Kedutaan dan Kementerian. Untuk instansi-instansi tersebut, kepolisian akan mengirimkan surat penilangan kepada para pimpinan instansi tersebut.

Selanjutnya, instansi tersebutlah yang akan melakukan pembayaran terhadap denda tilang. Khusus untuk kendaraan TNI, penindakan pelanggaran lalu-lintas tersebut juga dimungkinkan akan diproses secara pengadilan militer.

Dari angka penilangan 11 ribu tersebut, sudah ada 3.298 pelanggar yang mengkonfirmasi pelanggarannya dan sudah ada 2.127 pelanggar yang membayar denda penilangannya. Melihat tersebut, pihak kepolisian menilai bahwa saat ini sudah banyak para pengendara yang menyadari akan kesalahan dan pelanggarannya saat berlalu-lintas di jalan raya.

Ke depannya, pihak kepolisian melalui Korlantas berencana akan terus menambah jumlah sistem E-TLE ini di beberapa titik lainnya terutama di jalan protokol ibukota. Dengan adanya sistem ini, pihak kepolisian juga optimis dapat mengurangi pelanggaran lalu lintas dan menyadarkan para pengendara akan pentingnya tertib berlalu-lintas.

SUDAH BACA INI BELUM?

 

(kpl/ikb/ahm)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami