3 Sebab Mobil LCGC Biang Kemacetan

Kehadiran mobil murah LCGC yang memang dinantikan antara lain sejumlah keluarga muda juga memiliki efek samping yang sekiranya sudah mengintai, yakni kemacetan yang kian menjadi.

Selasa, 01 Januari 2013 17:50
3 Sebab Mobil LCGC Biang Kemacetan Ilustrasi: Toyota Agya dan Daihatsu Ayla

Editor : Albert

Otosia.com - Pada suatu kesempatan, pihak PT Mazda Motor Indonesia pernah setengah bergurau mengatakan takut bikin macet jika mereka ikut menjual mobil murah, terkait rencana Mazda pusat di Jepang yang akan mengeluarkan Mazda1, sebuah model kompak yang lebih kecil dari Mazda2.

Ungkapan itu pun diamini sejumlah pihak. Pasalnya, kehadiran mobil murah yang memang dinantikan antara lain sejumlah keluarga muda juga memiliki efek samping yang sekiranya sudah mengintai, yakni kemacetan yang kian menjadi.

Ada tiga hal yang memungkinkan hal ini terjadi dilihat dari kemunculan LCGC:

1 dari 3 Halaman

Produksi dan Permintaan Membludak

Produksi dan Permintaan Membludak

Pemerintah membebaskan bea masuk untuk mesin, perakitan, serta komponen mobil berbasis LCGC. Fasilitas itu diberikan untuk merangsang pembangunan dan pengembangan mobil LCGC di dalam negeri, baik di sektor permesinan, perakitan, maupun komponen.

Ketentuan itu sendiri tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No 76/PMK Oil/ 2012 tertanggal 21 Mei 2012 yang telah diundangkan pada 22 Mei 2012 dan berlaku 30 hari sejak diundangkan atau berlaku mulai pekan depan.

Ilustrasi

 

PMK tersebut merupakan perubahan atas Permenkeu No 176/PMK 011/2009 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Mesin serta Barang dan Bahan untuk Pembangunan atau Pengembangan Industri Dalam Rangka Penanaman Modal.

Alih-alih, hal ini dinilai akan memudahkan dan membuat produksi mobil murah membludak, yang diiringi dengan permintaan banyak konsumen. Perkembangannya pun akan signifikan karena terlihat banyak investor yang tertarik dengan program ini.

2 dari 3 Halaman

Fasilitas Buruk

Fasilitas Buruk

Dengan prediksi bahwa permintaan terhadap LCGC membludak, hal itu tidak diimbangi dengan kondisi infrastruktur dan sarana transportasi massal di Tanah Air yang masih buruk.

Penambahan dan pelebaran jalan tidak seimbang dengan pertambahan jumlah mobil, belum termasuk mobil LCGC.

Banyak infrastruktur jalan di kota di Indonesia yang dinilai parah, termasuk banyaknya jalan rusak dan berlubang yang memperlambat arus lalu lintas.

Infrastruktur

3 dari 3 Halaman

Solusi Ekspor Diragukan

Solusi Ekspor Diragukan

Prediksi LCGC akan membeludak sempat membuahkan usulan bahwa mobil-mobil ini sebaiknya juga diekspor. Namun, hal itu juga dinilai sulit dilakukan karena munculnya pertanyaan terkait kualitas produk yang dijual dengan harga murah.

Termasuk aspek keselamatan dan kenyamanannya, walau sejumlah produsen mengklaim bahwa aspek-aspek ini tetap diutamakan. 

(kpl/why/abe)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami