20 Keunikan Xpander Reli Rifat Sungkar, Sang Juara di Sirkuit Badak

Mitsubishi Xpander AP4 Rifat Sungkar menjadi juara Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021. Rahasia kemenangan mobil keluarga di ajang reli ini pun dibeberkan Rifat.

Jum'at, 16 April 2021 17:45
20 Keunikan Xpander Reli Rifat Sungkar, Sang Juara di Sirkuit Badak Xpander menjuarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally (Istimewa)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Mitsubishi Xpander AP4 Rifat Sungkar mencatatkan kemenangan di arena rally nasional dengan menjadi juara Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021 di Sirkuit Badak, Tanjung Lesung, Banten, 10-11 April 2021.

Mobil yang menggunakan aki helikopter dan berdaya 300 HP ini memang dibangun dengan berbagai keunikan. Rifat Sungkar pun membeberkan senjata rahasianya tersebut di tengah pertanyaan mengapa ia menggunakan mobil keluarga Xpander sebagai mobil balap.

"Xpander dan dikembangkan di Indonesia, oleh orang Indonesia, untuk orang Indonesia. Gua punya satu kepercayaan kalau mau membangun reli di Indonesia, gunakan mobil yang dekat dengan masyarakat Indonesia," ujar Rifat.

Apa saja yang sudah diubah dan menjadi keunikan Mitsubishi Xpander AP4 Rifat Sungkar?

 

1 dari 10 Halaman

Pertama, bagian depannya sebenarnya ini dasar dari pengembangan Xpander Cross bumper dan grill. Bagian depan familiar dengan Xpander Cross.

Namun untuk kepentingan handling, bempernya jadi lebih besar. Aerodinamikanya sudah dipikirkan supaya cornering berjalan dengan baik.

"Perbedaan di lebar fender yang menjadi 1.820 mm lebih lebar 10-12 cm dari bodi standar Xpander. Overfender hitam seperti Xpander Cross, kabinnya memang lebar makanya nyaman untuk penggunaan di segala medan," kata dia.

Kap mesin berlubang dua mengingat kapasitas mesin 1.500 cc meningkat menjadi 1.600 cc dengan turbocharger.

 

2 dari 10 Halaman

Bicara tampilan, spion dibuat mundur dan berukuran lebih kecil sehingga lebih aerodinamis. Posisi spion yang ke belakang mengikuti posisi duduk. Tujuannya untuk distribusi bobot yang lebih baik pada kecepatan tinggi.

"Kaca standar sudah diganti plexi glass. Penggunaan plexi glass menguntungkan karena total lebih ringan 8 kg dibanding kaca standar. Lalu ada tangkapan angin saat butuh angin lebih banyak. Masukan angin juga dari air scoop di bagian atas berbahan karbon yang enteng, lalu keluar ke ventilasi di bagian dalam," urainya.

Fender dipotong jadi tipis karena jarak main suspensi yang lebih jauh. Travel-nya sekitar 9 inci, dan ini yang membuatnya nyaman terutama saat gravel. Lalu bagian dalam fender ditambahkan protektor.

 

3 dari 10 Halaman


Rifat Sungkar membuktikan mobil keluarga bisa dipakai reli (Istimewa)

Wing atau sayap belakang cukup besar. Rifat punya dua tipe, ada untuk high speed tangkapan angin lebih besar begitu juga down force. Ada juga yang lebih kecil untuk kebutuhan trek berliku. Ia berujar, akan diputuskan memakai yang mana ketika tim sudah survei lokasi.

"Pintu bagasi diganti karbon. Karena sudah ada tekanan dari atas, maka penggunaan karbon menguntungkan dalam hal distribusi bobot," ujarnya lalu menyebut beruntung punya mobil balap Xpander karena pintunya besar buat keluar masuk.

4 dari 10 Halaman

Bagian dalam

Masuk ke dalam, ia menjelaskan bahwa segala sesuatunya sesuai spesifikasi kejuaraan internasional.

"Di mobil balap zaman sekarang, setir bisa dicabut dan digantung dulu untuk masuk pebalap. Lepas pasang gampang, tahan pengunci dan tancapkan lalu lepas pengunci setir," lalu menjelaskan bahwa setirnya sarat tombol dengan banyak menu, antara lain wash, wiper, ubah setelan komputer, lampu besar, lampu sein, serta empat map engine.

Door trim terbuat dari karbon, dan cuma ada tarikan pintu model tali. Sebab, menurutnya, menghemat berat adalah segalanya di dunia motorsport.

 

5 dari 10 Halaman

Mobil Rifat menggunakan suspensi Mca + controller arm & crossmember, dengan rem besar Brembo. Semua part ini merupakan AP Kit sesuai regulasi AP.

Menariknya, karena suspensi di keempat roda sama, rem juga sama sehingga spare part yang dibutuhkan hanya butuh setengah mobil. Sebagai contoh, spare suspensi cukup dua saja.

Lalu di kabinnya ia memakai bangku kuping untuk menahan kepala untuk tidak ke mana-mana jika terjadi kecelakaan tingkat keamanan lebih baik.

"Seatbelt mobil balap zaman sekarang kecil di atas besar di bawah. Alasannya supaya bisa support HANS, head and neck support jadi bisa masuk ke kupingnya HANS," lalu menunjukkan kalau di tiap bangku ada pemotong safety belt saat kondisi darurat

Semua, kata dia, termasuk bangku ada masa kedaluwarsanya. Usia 5 tahun di Indonesia bisa diperpanjang asalkan kondisi masih bagus.

Xpander AP4 melibas tanah merah (Istimewa)

 

6 dari 10 Halaman

Pedal dan gearbox

"Lalu pedal beda dengan standar. Pedal asal datangnya dari atas, yang ini datang dari bawah. Gas rem kopling sudah diatur komputer. Kopling hanya untuk gigi satu. Sudah diatur komputer supaya ganti giginya tidak perlu lagi pakai kopling," kata Rifat.

Remnya bisa diatur mau lebih banyak depan atau di belakang. Lalu ada dua tongkat di kabin mobilnya. Yang merah adalah rem tangan, dan satu lagi gearbox transmisi Sadev atau Xtrac sequential.

"Sequential tinggal tarik atau dorong untuk ubah percepatan. Rem tangan dengan per dan master rem tangan. Yang paling unik adalah oli pada sistem rem hidrolik ini berada di tongkatnya," kata dia.

 

7 dari 10 Halaman

Lalu boks switch dibuat dekat dengan Rifat, bukan navigaton. SOP mobil ini harus berurutan, yakni ignition dinyalakan setelah engine switch, tidak bisa langsung ignition.

"Ini karena dengan kompresi dan RPM yang cukup tinggi, harus dipastikan sudah ada oli yang masuk ke ruang bakar ketika ignition mobilnya nyala," kata dia.

Rifat lalu menjelaskan bahwa dengan melihat di layar Motec, tekanan oli saat diam adalah 0,03 bar. Saat mobil nyala, tekanan oli menjadi 0,08 bar.

 

8 dari 10 Halaman

Switch juga punya tombol Fire. Saat diaktifkan, maka pemadam yang terletak di belakang berfungsi. Ada pula tabung pemadam hand out.

Tombol spesial berupa lampu dari atas disediakan oleh builder supaya membantu penerangan kabin saat gelap. Tombol lampu ini dibuat khusus oleh builder untuk Rifat.

Ada juga blower yang anginnya keluar dari kaca depan. Tujuannya supaya saat misalnya hujan tidak berembun karena perbedaan suhu luar dan dalam kabin yang cenderung panas.

Xpander AP4 mengalami perubahan kelistrikan (Istimewa)

 

9 dari 10 Halaman

Kelistrikan

Selain adanya peran PDM untuk atur semua kelistrikan yang artinya kelistrikan model modul, tidak pakai sekring, mobil ini juga unik karena punya gorong-gorong di bagian bawah. Tujuannya agar pendinginan turbo lebih baik begitu juga untuk aerodinamika.

Ada ampli untuk komunikasi antara driver dan navigator. Fitur noise reduction meredam suara yang tidak perlu. Selain itu, tersedia Bluetooth untuk koneksi telepon ke tim, dan bisa juga atur suara misalnya saat rekam via GoPro.

Desain rollbar lebih rumit. Ini merupakan konsekuensi karena bodi mobil lebih panjang. Sementara tangki bensin karbon dengan dua napel termasuk untuk napel udara.

 

10 dari 10 Halaman

"Ruang ban serep di kabin total dua ban. Lalu ada dongkrak khusus reli. Ini punya colokan yang bisa dimasukkan ke lubang khusus di bodi mobil. Sekali pompa, mobil naik signifikan. Menurunkan tinggal putar napel," kata dia.

Aki helikopter pun digunakan karena ukurannya sangat kecil hanya sejengkal, tetapi kemampuannya sangat besar

Beralih ke mesin, Rifat mengaku memilih AP4 1.600 cc karena regulasi dan dirasa lebih realistis. Sebab, WRC sekarang sudah 1.600 cc, F1 pun juga 1.600 cc.

"Mesinnya 300-340 HP karena memang merupakan setelah AP Regulation. Bukan kencang karena mesin EVO, tetapi ini memang dirancang sesuai regulasi balap. Ini bukan tentang horsepower tetapi berapa HP yang kita pakai dengan skill yang kita punya," kata dia.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami