10 Berita Polisi dan Lalu Lintas Otosia Terunik 2015

Fenomena lalu lintas dan peran salah satu elemen terpentingnya, yakni petugas kepolisian mendominasi berita unggulan Otosia. Simak, semoga semakin membuat Otolovers makin taat aturan lalu lintas!

Rabu, 21 Oktober 2015 12:15
10 Berita Polisi dan Lalu Lintas Otosia Terunik 2015 Berita polisi (Foto: istimewa)

Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Bulan Oktober telah memasuki akhir dan terhitung saat berita ini disusun, akhir dari tahun 2015 juga telah mendekat. Utamanya, pada tahun 2015 ini cukup menonjol banyak sekali pemberitaan yang dihimpun oleh redaksi Otosia mengenai para petugas kepolisian dan lalu lintasnya.

Memang harus diakui berita yang dihimpun dari berbagai sumber tersebut, baik dari sosial media maupun dari pemberitaan perseorangan mengenai salah satu elemen penting dalam berlalu lintas, yakni para petugas kepolisian tidaklah semuanya beraroma sedap.

Karena memang harus diakui bahwa banyak di antaranya juga mengungkap sisi gelap dari para petugas kepolisian, namun tak sedikit pula yang menunjukkan sisi kemanusiaan dan kebaikan mereka. Berikut adalah kompilasi 10 berita dan fenomena unik petugas kepolisian dan lalu lintas.

Semoga dengan kompilasi 10 berita publik mampu memberikan penilaian objektif, tetap menjaga ketertiban dalam berlalu lintas, serta mampu lebih bekerja sama dengan para petugas kepolisian demi keharmonisan berlalu lintas. Simak sini, Otolovers!

1 dari 10 Halaman

Satu

Satu

 

Di dalam video yang satu ini terlihat bahwa isu penyuapan masih jadi hal berat yang jadi permasalahan dalam aturan lalu lintas. Seorang polisi sebetulnya sudah secara 'disengaja' untuk direkam sambil melihat bagaimanakah respon polisi tersebut terhadap pelanggar lalu lintas.

Polisi yang sempat berdebat dengan seisi mobil yang mengaku sebagai salah satu dosen di kampus Bandung tersebut sempat kewalahan, karena para penghuni kabin telah merekamnya saat menawarkan bantuan kepada pengemudi sebelum akhirnya melepaskan pengemudinya.

Video tersebut direkam oleh Akhmad Jokam Gemstone pada 5 Oktober 2015 di sekitaran Kuningan, Jakarta Selatan

 

Aksi pungli Polisi Tebet-Jakarta Selatan

Posted by Akhmad Jokam Gems on Sunday, October 4, 2015

2 dari 10 Halaman

Dua

Dua

Terbang jauh ke kota Padang, terdapatlah satu peristiwa memalukan yang lainnya, sempat direkam oleh pelanggar rambu-rambu bernama Joni Hermanto yang kemudian digiring oleh para petugas polisi ke pos polisi perempatan lampu merah Ulak Karang, kota Padang.

Joni Hermanto yang menyadari bahwa dirinya melakukan kesalahan dengan tidak menyalakan lampu utama motor di siang hari kemudian berinisiatif untuk merekam proses dari penggiringan setiap pelanggar ke dalam pos polisi tersebut. Dan terlihat jelaslah beberapa proses negosiasi dengan menggunakan sejumlah nominal yang diberikan oleh pelanggar

3 dari 10 Halaman

Tiga

Tiga

Kalau yang satu ini polisi berhasil memberikan prestasi yang menonjol ke hadapan publik. Adalah pembuatan aplikasi bernama 'Petualangan Baseta' berbasis Android yang jadi senjata pihak kepolisian saat merilis game edukasi yang satu ini.

 

AKP Andhika Wiratama, Kasat Lantas Polres Jepara, Jawa Tengah menyatakan bahwa aplikasi Android ini adalah cara yang brilian untuk memperkenalkan aturan-aturan lalu lintas, beserta soal-soal untuk membuat SIM A dan SIM C.

 

Menurutnya, menggunakan aplikasi dan game berbasis edukasi adalah cara yang efektif untuk mengajarkan kepatuhan lalu lintas pada publik dan anak-anak muda Indonesia yang menggandrungi Android dalam smartphone.

4 dari 10 Halaman

Empat

Empat

Adalah pemilik akun facebook Afriza Fitriana Salim yang mengunggah sebuah video ini. Menurut Afrizal, kejadian berawal dari saat seorang remaja laki-laki yang asumsi Afrizal bersama dua orang remaja perempuan mengendarai sebuah motor sport, yang nampaknya adalah sebuah Kawasaki Ninja RR Mono.

Alangkah mengejutkannya, ternyata dari rekaman yang diambil oleh Afrizal, bocah tersebut tidak membawa STNK dan dirinya juga sudah jelas belum memiliki Surat Ijin Mengemudi. Namun menurut keterangan yang sudah diberikan Afriza, mereka berboncengan sekaligus bertiga minus kelengkapan helm.

Lebih mengagetkan lagi, dalam prosesnya bocah-bocah tersebut bertingkah seakan anggota polisi tersebut adalah rekanan seusianya. Hal tersebut diperparah dengan ucapan anggota polisi yang memberikan pengertian bahwa 'koordinasi' berarti kopi-rokok-duit-nasi, ditambah tidak adanya tindakan lanjut bagi bocah laki-laki yang mengendarai motor tersebut.

 

Ceritanya ada anak Bocah naek ninja bertigaan jatoh pas muter balik depan kampus gw but, wait 'till the police said what

Posted by Afriza Fitriana Salim on Thursday, October 15, 2015

5 dari 10 Halaman

Lima

Lima

video yang diunggah oleh pemilik akun 'Arif Supriadi' yang sempat hits di pertengahan tahun 2015 ini, jadi cara yang cukup baik untuk mengatasi para oknum petugas yang tujuannya hanya 'mengada-ada'-kan operasi dan razia tidak resmi.

Bagaimana terlihat, pemilik kendaraan dihentikan oleh seorang oknum polisi yang kemudian menanyakan surat-surat ijin mengemudi dan kendaraan. Namun sang pemilik balik menanya masalah apakah sang oknum tersebut juga memiliki surat ijin.

Sang pemilik mobil akhirnya 'dibebaskan' dari razia, sementara oknum tersebut seperti terheran karena kritisnya pemilik mobil. Metode ini sebenarnya cukup boleh untuk dilakukan. Cuman hati-hati saja, jika Otolovers tidak yakin bisa-bisa malah jadi 'sasaran' para oknum polisi nakal yang main fisik.

6 dari 10 Halaman

Enam

Enam

Berita segar muncul saat Agung Wiendarto memposting sebuah foto pada tanggal 7 Oktober 2015 pagi, tentang pemberitaan seorang petugas polisi yang memberikan 'reward' pada pengemudi motor yang mengendarai motor sesuai dengan peraturan yang berlaku, terutama jika pengemudi tersebut membawa anak-anak.

 

Secara hukum memang semua pengguna kendaraan bermotor wajib mengenakan helm, namun ada perlakuan khusus oleh petugas polisi yang tak mau diungkap jati dirinya tersebut.Agung Wiendarto juga mengungkapkan kegembiraan tatkala menerima testimoni dari bapak petugas polisi tersebut.

Karena menurut polisi tersebut, dirinya memberikan coklat tersebut tanpa harus mengingat siapa yang diberi. Dari yang terlihat, petugas polisi yang istimewa tersebut sepertinya berdinas di sekitar Malang, Blitar dan Pasuruan. Terlihat dari plat nomor beberapa pengendara yang melintas

7 dari 10 Halaman

Tujuh

Tujuh

Jogja Update pada 3 Oktober 2015 lalu memuat sebuah video yang cukup menghebohkan masyarakat, terutama yang berdomisili di DIY Yogyakarta dan sekitarnya. Karena yang dimuat dalam video tersebut adalah bagaimana bus penumpang harus 'setor' ke beberapa oknum polisi

 

Dalam video tersebut dijabarkan saat sebuah video jurusan Jogja-Klaten yang melewati daerah Prambanan, berhenti di sebuah lampu merah persimpangan. Sejurus kemudian dari kamera yang merekam terlihat beberapa petugas berseragam hijau terang sedang duduk.

Kabar menyebutkan, jumlah yang diterima bervariasi. Salah satu pengemudi mengungkapkan jika tidak melakukan setoran, maka selanjutnya harus membayar Rp 100.000, namun jika tetap setoran hanya dikenai biaya Rp 20.000.

 

Polisi Penindas Sopir

Polisi Penindas SopirAksi oknum polisi penindas para sopir di perbatasan Jogja-Klaten (Prambanan Klaten Jawa Tengah). Oknum-oknum pemeras uang rakyat kecil itu mengharuskan setiap sopir membayar pungutan liar alias "PUNGLI" . "Kalau terjang (alias tidak setor) kena 100.000 tapi kalau berhenti (setor) 20.000," kata Sopir.(Kiriman: Sriwidadi Nugroho)

Posted by Jogja Update on Friday, October 2, 2015

8 dari 10 Halaman

Delapan

Delapan

Malang nian nasib Deasy Permana Putri, sudah harus berurusan dengan macetnya kota dan harus berjalan ekstra perlahan demi menuju tempat tujuan, pada 12 September 2015 lalu mobilnya harus rela jadi 'terluka' gara-gara mobil pengendara lain.

 

Lebih mengejutkannya adalah, bahwa pengendara yang membuat mobil Deasy 'penyok' sampai cekung tersebut adalah seorang petugas polisi, seperti yang dituliskan pada status facebooknya dan juga ikut dikirimkan pada akun berita E100 Surabaya.

Sang petugas tersebut berujar bahwa SIM-nya telah hilang dan hanya tinggal fotocopy saja. Terlepas dari apakah SIM petugas tersebut benar-benar hilang atau hanya 'akal-akalan' saja, Deasy harus menerima keadaan mobilnya mengalami kerusakan

9 dari 10 Halaman

Sembilan

Sembilan

Adalah sang 'fenomena' Elanto Wijoyono yang dengan berani mengambil 3 buah rekaman video yang menurutnya merupakan sebagai alat investigasi. Elanto merasa bahwa terdapat kejanggalan dengan beberapa petugas yang bekerja di pos polisi Pojok Beteng, Jogjakarta.

 

Elanto merasa curiga dengan keberadaan truk-truk pengangkut pasir yang tetap diperbolehkan melintas sebelum pukul 9 malam. Padahal menurutnya telah ada aturan khusus mengenai jam kerja yang diperbolehkan oleh aturan dan undang-undang yang berlaku.

Semakin penasaran Elanto kemudian membuat beberapa rekaman yang memuat dirinya sedang menanyakan apa yang diterima dari beberapa kenek truk yang melintas dan masuk ke pos polisi Jokteng tersebut. Ini dia salah satunya, Otolovers!

 

 

10 dari 10 Halaman

Sepuluh

Sepuluh

Betul, fenomena terbesar tahun 2015 ini kembali menjadi milih Elanto Wijoyono. Karena pada 15 Agustus 2015 yang berusaha keras supaya para anggota komunitas motor gede tetap melakukan aktifitasnya dengan menaati dan berhenti di lampu merah untuk memberikan kesempatan pada pengguna jalan yang berasal dari arah yang berbeda untuk melintas.

Para aktivis tersebut memberanikan diri untuk berkomunikasi dengan para petugas polisi dan anggota komunitas motor gede tersebut, sekalipun sempat mendapatkan 'semprotan' dari salah satu anggota komunitas.

Para aktivis ini juga memprotes keberadaan rotator yang cukup mengganggu. Pada beberapa moge menginstall rotator, yang seharusnya sudah diberi aturan dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, lampu rotator dan sirine tak bisa digunakan oleh sembarang kendaraan

(kpl/fjr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami